Menentukan bahan plafon yang sesuai menjadi hal penting saat membangun atau memperbaiki rumah. GRC dan gypsum sering menjadi pilihan utama karena masing-masing punya keunggulan tersendiri. Namun, perbedaan plafon GRC vs gypsum perlu dilihat dari sisi kemudahan pemasangan serta perawatan sehari-hari.

Perbandingan Plafon GRC vs Gypsum
GRC (Glass Reinforced Concrete) adalah bahan komposit yang terdiri dari campuran semen, pasir halus, air dan serat kaca. Kombinasi ini menghasilkan papan plafon yang kuat dan tahan lama . Material ini dikenal kokoh dan sering hadir dalam berbagai jenis seperti GRC Board, GRC Royal Board yang anti jamur dan GRC Silica Board.
Di sisi lain, Gypsum adalah material mineral yang terbuat dari kalsium sulfat dihidrat. Material ini dicetak menjadi lembaran dan dilapisi kertas khusus. Gypsum populer karena harganya yang ekonomis dan memiliki beberapa varian. Seperti yang tahan api, air, serta BaseLine untuk penggunaan standar.
Kemudahan Pemasangan
Papan gypsum terkenal relatif ringan dan mudah dipotong. Proses pemasangannya pun lebih cepat karena materialnya yang tidak terlalu berat. Memudahkan pengangkutan dan penataan di langit-langit. Gypsum juga sangat mudah dibentuk untuk berbagai model plafon, termasuk desain yang bertingkat, sehingga instalasinya tidak memakan waktu lama.
Berbanding terbalik dengan gypsum, pemasangan plafon GRC memerlukan waktu lebih lama dan ketelitian lebih tinggi. Material GRC memiliki ukuran yang relatif tebal dan berat. Pemasangannya tidak bisa terburu-buru dan membutuhkan tenaga profesional. Kesalahan dalam pengencangan baut, misalnya, dapat menyebabkan material retak. Proses pemotongannya juga lebih rumit dan biasanya memerlukan alat seperti gerinda.
Kepraktisan Perawatan
Plafon GRC memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap air dan kelembapan. Sifatnya yang tidak menyerap noda membuatnya sangat mudah dibersihkan. Cukup dengan lap basah saja. Karena tahan air, plafon GRC juga tidak mudah ditumbuhi jamur, menjadikannya ideal untuk ruangan lembap seperti kamar mandi dan dapur. Daya tahan ini membuatnya bisa bertahan hingga 25 tahun dengan perawatan minimal.
Perawatan plafon GRC vs gypsum sangatlah berbeda. Gypsum standar memiliki kelemahan utama yaitu tidak tahan air. Jika terjadi kebocoran atap, gypsum dapat menyerap air, menimbulkan noda bercak, menjadi rapuh dan ditumbuhi jamur. Permukaannya yang berwarna putih juga lebih mudah terlihat kusam seiring waktu akibat penumpukan debu. Oleh karena itu, plafon gypsum membutuhkan perhatian lebih untuk menjaga kebersihan dan memastikan ruangan tidak lembap.
Biaya Awal
Dari segi biaya, plafon gypsum dan plafon GRC memiliki kisaran harga yang hampir sama, yaitu sekitar Rp150.000 hingga Rp185.000 per meter persegi untuk paket borongan lengkap dengan material. Keduanya menggunakan material kerangka yang serupa, yakni hollow galvanis ukuran 2×4 dan 4×4 serta sudah termasuk pengecatan warna.
Selain itu, pemasangan plafon gypsum dengan model drop oval bisa dikenai biaya tambahan, sementara untuk plafon GRC umumnya tidak ada biaya tambahan serupa.
Tips Memilih Plafon yang Tepat
Berdasarkan review @OmBobSharinginfo yang dibagikan di YouTube channelnya, papan GRC dinilai lebih kuat, tahan air, dan cocok untuk area lembap seperti kamar mandi. Meski proses pemasangannya lebih sulit karena materialnya keras dan berat. Sementara itu, gypsum board lebih ringan, mudah dibentuk, serta cepat dipasang dengan biaya lebih hemat. Namun kurang tahan terhadap air dan mudah rusak jika terbentur. Karena itu, banyak orang memilih menyesuaikan jenis papan dengan kebutuhan ruangan.
Jika memahami perbedaan mendasar dari segi pemasangan dan perawatan pada plafon GRC vs gypsum. Siapapun dapat membuat keputusan yang lebih tepat dan sesuai dengan kebutuhan rumah. /Fitri



