Teras merupakan bagian yang cukup penting pada suatu rumah atau bangunan lainnya. Karena merupakan wajah depan dari suatu bangunan. Teras sendiri biasanya terletak didepan pintu masuk, akan tetapi di beberapa hunian masa kini penempatan teras bermacam-macam, mulai dari bagian depan, samping, hingga belakang rumah. Ada pula teras yang terdapat di atas bagian rumah atau lazim disebut dengan balkon. Salah satu bahan yang bisa digunakan sebagai atap teras adalah plafon atap miring.

Penggunaan Plafon Atap Miring
Plafon pada umumnya terbuat dari gypsum, PVC, kayu, aluminium atau juga triplek. seringkali dimanfaatkan sebagai atap ruangan seperti teras, garasi, atap mini garden, kamar, gudang dan beberapa ruangan lainnya. Dari sisi kerapian juga membuat plafon banyak diminati. Untuk menambah inspirasi mengenai penggunaan plafon, dapat dibaca beberapa jenis model berikut ini:
-
Garasi Atap Miring
Bagi rumah dengan lahan terbatas untuk membangun garasi, dapat menggunakan pilihan ini. Cukup sediakan lahan sebesar mobil atau kendaraan lain di bagian sisi rumah.
-
Teras Atap Miring
Teras rumah dapat dipasangi dengan jenis plafon atap miring berbahan kaca atau fiberglass. Model dan jenis ini tengah banyak diminati.
-
Ruang laundry
Untuk ruangan ini dapat dipilih plafon dengan bahan kaca. Agar cahaya matahari dapat masuk dan membuat cucian cepat kering.
Kelemahan Penggunaan Atap Miring
Meskipun banyak fungsi dari plafon atap miring, benda ini juga memiliki beberapa kekurangan. Jika tidak dibangun dengan jarak yang cukup tinggi, maka ketika siang terik panas matahari akan sangat terasa. Begitu juga ketika hujan, permukaan plafon akan mengeluarkan suara yg cukup keras karena terkena air . Juga pengguna perlu menambahkan penyangga atau talang air agar saat hujan aliran air lebih terarah.
Tata Cara Perawatan
Perawatan plafon atap miring mudah saja. Dengan posisi pemasangannya yang miring, memungkinkan kotoran seperti dedaunan jatuh sendiri ke bawah. Akan tetapi pengguna dapat melakukan perawatan lain misal memberikan cat pelapis, membersihkan dari sarang hewan dan memeriksa selalu apakah terdapat karat dan kebocoran atau tidak. Juga sebaiknya tidak menggantungkan atau meletakkan benda dengan berat berlebihan pada plafon berbahan apapun untuk menjaga keawetan dan kerapian rumah.
Mengutip pada akun Youtube Nugroho P.U, dengan plafon atap miring memberikan sisa ruang yang cukup banyak. Secara desain juga unik dan tengah banyak diminati. Gaya miring ini identik dengan desain scandinavian. Dibawah atap juga dapat dijadikan lantai bertema mezanin yang bisa digunakan sebagai ruang tidur atau penyimpanan barang.
Tips Memilih Plafon
Terdapat banyak jenis plafon di pasaran. Bahan dan harganya juga beragam. Bahan atap yang akan dibeli ukurannya harus pas, maka ukur terlebih dahulu luas ruangnya. Perhatikan pula kondisi tembok penyangganya. Sebaiknya diperbaiki dulu apabila terdapat kerusakan. Pilih model juga bahan plafon yang sesuai dengan rumah. Pasang pada ketinggian yang tidak terlalu rendah agar ruangan tidak menjadi lebih panas. Plafon banyak digunakan sebagai pelindung dari panas matahari juga air hujan.
Daya tahan terhadap perubahan cuaca dan tidak perlu terlalu sering dibersihkan membuat berbagai jenis plafon banyak digunakan. Akan tetapi penggunaan plafon bukanlah suatu keharusan. Harga yang cukup mahal dan tidak setiap rumah cocok dipasangi dengan salah satu jenis atap ini diharapkan menjadi pertimbangan. Namun apabila ingin memberikan sentuhan unik pada suatu bangunan, maka plafon atap miring dapat menjadi salah satu pilihan. /afa



