Perbedaan Variasi Model Plafon Up Ceiling dan Drop Ceiling

Posted on

Plafon merupakan bagian dari interior rumah yang berfungsi sebagai penutup rangka atap atau langit-langit. Selain berfungsi secara struktural untuk menutup bagian atas ruangan, mereka juga memiliki peran penting dalam estetika dan kenyamanan. Seiring berkembangnya tren, plafon tak hanya terpasang datar dan polos. Melainkan mulai hadir dengan berbagai bentuk dan model. Dua di antara model yang paling populer saat ini adalah plafon up ceiling dan drop ceiling.

Plafon Up Ceiling
sinarmasland.com

Apa Perbedaan Plafon Up Ceiling dan Drop Ceiling?

Bagi sebagian orang awam, model up dan drop ceiling mungkin tampak sejenis. Padahal, keduanya memiliki karakteristik serta fungsi visual yang cukup berbeda. Guna menghindari kesalahan dalam pemilihan model saat proses pembangunan atau renovasi rumah, mari kita bahas beberapa perbedaan pentingnya.

1. Desain Pemasangan

Perbedaan paling mencolok dari kedua jenis plafon ini bisa langsung terlihat dari bentuk pemasangannya.

Up ceiling adalah model plafon di mana bagian tengah lebih tinggi atau terangkat ke atas dari pinggirnya. Hal itu menciptakan kesan bertingkat atau berundak ke atas. Biasanya, model ini dibuat dengan menambahkan rangka tambahan untuk memberikan efek kedalaman ke atas. sehingga tampak seolah-olah plafon memiliki dimensi lebih.

Sementara itu, drop ceiling justru sebaliknya. Bagian tengah lebih rendah atau turun ke bawah dari permukaan plafon utama. Model ini memberikan tampilan seperti ada bagian plafon yang “menggantung” dari langit-langit rumah. Drop ceiling kerap digunakan untuk menutup instalasi kabel, ducting AC, atau pencahayaan tersembunyi, namun tetap memberikan tampilan yang estetis dan elegan.

2. Efek Terhadap Ruangan

Dari segi visual, baik langit-langit tipe up-ceiling atau drop-ceiling memberikan efek yang berbeda terhadap kesan ruang.

Sebagai contoh, up ceiling menonjolkan ilusi ruangan yang lebih tinggi dan lapang. Karena bagian tengahnya terangkat menciptakan kesan vertikal lebih luas. Hal ini membuat up ceiling cocok kita terapkan pada rumah dengan konsep minimalis modern yang ingin tetap terasa lega meskipun berada di lahan terbatas.

Sebaliknya, plafon drop ceiling cenderung memberikan nuansa hangat dan fokus pada bagian tengah ruangan. Karena sisi tengahnya yang menjorok ke bawah, model ini bisa menciptakan suasana lebih intim. Cocok untuk ruang keluarga, ruang makan, atau area istirahat. Drop ceiling juga memberikan kesan elegan dan mewah jika kita padukan dengan permainan pencahayaan yang tepat.

3. Proses Instalasi

Sementara itu, proses pemasangan jenis plafon up ceiling dan drop ceiling ini tentu memiliki perbedaan. Baik dari segi teknis maupun material yang digunakan.

Misalnya saja, up ceiling memerlukan struktur rangka tambahan yang lebih kompleks karena harus membentuk bagian tengah. Material ini biasanya berupa gypsum, GRC, atau multiplek dengan rangka hollow.

Prosesnya juga cukup memakan waktu karena memerlukan perhitungan elevasi yang akurat agar hasilnya simetris. Untuk pencahayaan, up ceiling cocok kita padukan dengan lampu LED strip tersembunyi atau lampu gantung di tengah.

Sedangkan drop ceiling relatif lebih mudah pemasangannya karena hanya memerlukan struktur rangka untuk bagian tengah yang menurun. Biasanya drop ceiling juga menggunakan material plafon gypsum dengan tambahan list sebagai pembatas. Pencahayaan yang cocok bisa berupa lampu spot, downlight, atau hidden LED strip di sekeliling plafon drop.

Perbandingan Up vs Drop Ceiling dari Segi Biaya

Dari segi biaya, pemasangan plafon up ceiling umumnya lebih mahal. Hal ini mengingat proses instalasi yang rumit dan membutuhkan lebih banyak material. Biaya tenaga kerja juga lebih tinggi karena memerlukan ketelitian dalam pengukuran dan pembuatan level yang simetris.

Sebagai gambaran, di video Short @esteticainterior_kemang harga pemasangan up ceiling berkisar antara Rp200.000 – Rp350.000 per meter persegi. Sementara itu, drop ceiling punya kisaran harga yang relatif rendah, sekitar Rp150.000 – Rp250.000 per meter persegi. Tentunya, harga di atas bisa bervariasi tergantung wilayah, jenis material, dan desain akhir yang diinginkan.

Secara keseluruhan, pemilihan antara plafon up ceiling dan drop ceiling sangat bergantung pada konsep interior, luas ruangan, serta kebutuhan fungsional. Memahami perbedaan keduanya sangat penting agar tidak salah dalam menentukan model plafon rumah. Dengan perencanaan tepat, langit-langit tidak hanya berfungsi sebagai penutup atap, tapi juga menjadi elemen yang memperindah keseluruhan interior.